Peninggalan dari Sang Maha Patih Gajah Mada

Maha Patih Gajah Mada adalah seorang tokoh besar masa lalu yang sampai era sekarang pun termasuk dalam kategori “pilih tanding”, beliau hadir ikut serta mewarnai masa ke-emasan dari kerajaan Majapahit, apa peninggalan dari Sang Maha Patih ? beberapa diantaranya adalah jiwa kepemimpinan, yang akan dituliskan disini.

  1. Panca Tata Upaya
  2. Panca Titi Darmaning Prabhu
  3. Laku Hambeging Bathara
  4. Asta Dasa Brata Pramiteng Prabhu

Yang pertama adalah Panca Tata Upaya (lima teknik modal dasar untuk berusaha)

  1. Maya Tata Upaya (mampu menangkap informasi penting dari sesuatu hal yang sangat ragam dan bias)

Kemampuan menangkap informasi yang tersirat amatlah berperan penting untuk merujuk kepada pendataan informasi yang sangat berguna dalam penyusunan strategi, sebab pada dasarnya strategi tersusun dikarenakan sebuah data yang akurat amatlah bisa dipastikan langkah awal untuk menuju keberhasilan peluangnya amat besar

  1. Upeksa Tata Upaya (mampu meneliti dan menganalisa setiap informasi yang di peroleh)

Dengan selalu mengkaji lebih dalam tentang data yang sudah tersusun menjadi informasi dapat meminimalkan kesalahan dalam penyusunan sebuah strategi

  1. Indrajaya Wyasa (mampu melihat perubahan lingkungan dengan menggunakan data informasi yang telah tersedia di berbagai tempat umum)

Perubahan pola umum yang berlaku amatlah berpengaruh pada penentuan strategi dasar, oleh sebab itu amatlah penting untuk selalu menganalisa setiap perubahan pola yang terjadi

  1. Wikrama Wyasa (dapat mengambil sebuah keputusan dengan menyadari dimana kelebihan dan kekurangannya serta menyadari sesadar sadarnya tentang akan resiko dari sebuah keputusan tersebut)

Dapat mengambil sebuah keputusan yang didasari data yang akurat pada dasarnya adalah terpola oleh sebuah kurun waktu tertentu secara spesifik, sebab ketepatan pengambilan sebuah keputusan dengan menggunakan pertimbangan kecepatan waktu mempunyai andil sangat bueeeeesar dalam menentukan sebuah perolehan peluang

  1. Lokika Wyasa (selalu mengembangkan semua hasil hasil dari yang telah dilakukan dengan menggunakan pertimbangan dari sesuatu hal yang telah dikerjakan dan kemudian menjadikan sebuah pengalaman)

Nah, yang terpenting nih adalah ketika sebuah keberhasilan atau pun sebuah kegagalan yang diperoleh, haruslah selalu membuat sebuah kajian analisa tentang hal tersebut, sehingga bisa di peroleh asas manfaat yang disebut dengan berguru kepada pengalaman dengan batasan sebuah dimensi dan pengatahuan di kala itu

Yang kedua adalah Panca Titi Darmaning Prabhu (lima hal penting sebagai wujud perbuatan yang dapat ditiru dan dicontohkan)

  1. “Handayani Hanyakra Purana” (tanpa kenal lelah memberikan dorongan semangat, motivasi dan pengetahuannya dikeranakan keilmuannya dan pengalamannya kepada orang lain) —- bahasa lainnya dalam khasanah budaya Jawa yang lebih populer adalah  “Tut Wuri Handayani”

Support atau dorongan adalah sebuah hal yang bisa disebut teramat penting, sebab pada dasarnya support adalah termasuk sebagai katagori check dan balancing tentang sesuatu hal yang kita kerjakan, kemudian hal tersebut juga bisa selalu memotivasi setiap sebuah usaha melangkah kedepan agar tidak membabi buta atau pun patah arang

Maka tiada pemimpin yang bisa memimpin jikalau tidak ada anak buahnya, dan juga tiada sebuah gerakan dalam sebuah kelompok yang handal tanpa adanya pengambil keputusan yang tepat yang pada umumnya disebut pemimpin gitu hlo…….

  1. “Madya Hanyakrabawa” (ikut serta secara langsung dan berperan secara aktif dalam setiap ide ide yang telah disepakati bersama) —— bahasa lainnya dalam khasanah budaya Jawa yang lebih populer adalah “Ing Madya Mangun Karsa”

Sebuah pekerjaan terasa ringan apabila dikerjakan secara bersama – sama, kebersamaan ini dikenal dalam istilahIndonesiadengan nama gotong royong yang berarti bekerja bersama – sama dalam koridor batasan saling meringankan beban satu dengan yang lain sehingga terwujud sebuah kebersamaan tanpa sebuah ikatan mutlak dalam sebuah satu kesatuan.

Sebuah ikatan kebersamaan ini dapat terbangun apabila semua menyadari tentang arti berperan secara langsung dan penuh tanggung jawab kepada semua kesepakatn yang telah diambil secara bersama

  1. “Ngarsa Hanyakrabawa” (memberikan contoh dan teladan secara langsung bagaimana semestinya bertidak dan berlaku dalam setiap ide – ide yang telah menjadi kesepakatan bersama) —— bahasa lainnya dalam khasanah budaya Jawa yang lebih populer adalah “Ing Ngarsa Sung Tulada”

Menjadi contoh untuk yang lain harus selalu dilakukan pada setiap bidang agar semangat dan motivasi dalam sebuah pekerjaan selalu menyala, sebab kemampuan dalam memberikan suri tauladan yang baik itu tercipta dari menyadari, memperoleh informasi, mengerti, mengembangkan dan melakukan segala sesuatunya didasari dengan hal – hal yang benar

  1. “Ngarsa Bala Wikara” (ketika menjadi pimpinan harus mampu memberikan ide gemilang, secara kreatif dan cerdas sehingga dapat mengatasi setiap permasalahan yang timbul) ——- bahasa lainnya dalam khasanah budaya Jawa yang lebih populer adalah “Menang Antanpa Bala”

Pada dasarnya dalam membuat strategi yang baik, kemampuan penguasaan modal dasar yang tertera dalam Panca Tata Upaya haruslah dikedepankan, sebab dengan membuat strategi yang baik bisa membaca sebuah peluang peluang kecil yang menentukan sebuah keberhasilan

  1. “Ngarsa Dana Upaya” (ketika sudah menyepakati sesuatu hal, maka harus rela berkorban secara totalitas, baik waktu, tenaga, pikiran dan materi sehingga dapat menjadi tauladan yang baik bagi yang lain) —— bahasa lainnya dalam khasanah budaya Jawa yang lebih populer adalah “Sakti Antanpa Aji”

 Dengan berbuat secara totalitas dan tidak berpikir tentang hasil yang mengedepankan kepentingan pribadi, maka secara perilaku orang tersebut bisa dinamakan dengan “bermental baja” atau “tahan uji” sebab ketotalitasan dalam semua hal itu sudah tercermin dalam sebuah perilaku yang jujur tanpa di buat buat, maka jelaslah ia dapat dijadikan contoh dan tauladan bagi yang lain

Yang ketiga disebut Laku Hambeging Bathara seperti yang tertera di kitab Manawa Darma Sastra IV, 4

  1. Laku Hambeging Bathara Indra adalah seorang Pemimpin harus mampu mengayomi dan memberikan kehidupan seperti hujan yang turun menyuburkan tanah.
  2. Laku Hambeging Bathara Vayu seorang pemimpin harus mampu untuk selalu kuat dalam keadil seperti hakim
  3. Laku Hambeging Bathara Yama seorang pemimpin harus tegas dalam bersikap tanpa pandang bulu
  4. Laku Hambeging Bathara Surya seorang pemimpin harus mampu memberikan penerangan kepada semuanya yang terjebak dalam kebingungan
  5. Laku Hambeging Bathara Agni seorang pemimpin harus mampu memotivasi untuk mengobarkan semangat rakyat
  6. Laku Hambeging Bathara Varuna atau laut seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan luas sehingga tidak salah dalam bertindak
  7. Laku Hambeging Bathara Chandra seorang pemimpin harus bisa menenangkan dan menyejukkan hati rakyatnya
  8. Laku Hambeging Bathara Kuwera seorang pemimpin itu harus selalu mengupayakan kesejahteraan untuk rakyat.

Yang ke empat disebut Asta Dasa Brata Pramiteng Prabhu (18 kewajiban yang harus di penuhi sebagai modal sebagai pemimpin)

  1. Wijaya

Memiliki kemampuan yang termasuk dalam kategori “pilih tanding” dalam hal yang luas, sehingga dengan kemampuannya itu dia menjadi orang yang hebat dan disegani kawan dan lawan.

  1. Matri Wira

Memiliki keberanian dalam menentukan sikap, tidak ada keragu – raguan didalamnya yang dilandasi dengan alasan yang benar dan data yang akurat

  1. Natanggwan

Menguasai kemampuan managerial dengan sangat baik , sehingga mendapatkan kepercayaan untuk mengatur hal – hal yang rumit dengan selalu mengedepankan pertimbangan dari segala aspek kemungkinan yang akan terjadi

  1. Satya bhakti a prabhu

Mematuhi peraturan bersama yang telah menjadi kesepakatan bersama, atau gampanganya patuh terhadap hukum yang berlaku kalo dia salah ya ngaku lah, ga usah dibuat buat gitu hlo, kaya dia seolah – olah bener terus……

  1. Wagmi wak

Memiliki wawasan yang luas dengan pendalaman yang baik, sehingga bisa berkomunikasi dengan cara yang cerdas, maka jelaslah bila selalu tercipta sebuah komunikasi yang hangat dengan cara kekeluargaan sehingga dapat meyakinkan dan memuaskan pendengarnya

  1. Wicak saneng naya

Memiliki kemampuan menyerap dan menyaring informasi secara benar dan cermat dengan menggunakan kemampuan kecerdasan alam pikirnya dan dapat menyampaikan buah pikirnya dengan cara yang bijaksana sehingga dapat diterima dengan mudah oleh orang lain

  1. Sarja wopasana

Memiliki semangat toleransi yang tinggi kepada orang lain sebagai pencerminan perilaku kesehariannya yang selalu tidak suka menonjol – nonjolkan diri, karena menganggap dirinya paling hebat

  1. Dirotsaha

Memiliki kemampuan memotivasi diri sendiri sehingga semangat untuk terus berupaya selalu menggelora, ya jelaslah kemudian terbit sebuah sifat ketekunan yang didasari kerajinan untuk selalu berupaya menambah kemampuannya dirinya sebagai bekal kelak di kemudian hari

  1. Tan satresna

Mampu untuk tidak mencintai semua hal secara berlebihan, sehingga tidak memiliki sebuah keterikatan secara mendalam yang dapat menggoyahkan keteguhan hatinya

  1. Masihi semesta Buwana

Bersikap selalu mengkasihi dan menyayangi kepada semua mahluk dengan tanpa pilih kasih dan tanpa sebuah keterikatan untuk memiliki

  1. Sih Semesta buwana

Mendapatkan balasan kasih sayang yang diberikan Semesta kepadanya

  1. Negara Ginang Pratidnya

Selalu mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi

  1. Dibya cita

Memiliki visi (cita – cita) yang luhur dan kuat serta selalu berusaha mewujudkannya tanpa kenal lelah, akan tetapi memiliki toleransi yang tinggi terhadap pendirian orang lain

  1. Sumantri

Mempunyai banyak pertimbangan untuk mengambil sebuah keputusan, agar sebuah keputusan yang diambil selalu objektif dan adil

  1. Anayaken musuh

Dikarenakan wawasan dan pendalamannya kepada pengetahuan, maka jelas orang tesebut memiliki kemampuan untuk mengatasi segala macam permasalahan yang timbul

  1. Waspada Pubha wisesa

Selalu cermat memperhatikan kesalahan diri pribadi, sehingga kelak di kemudian hari kesalahan masa lalu tidak terulang kembali

  1. Ambeg Paramartha

Selalu berbesar hati, sehingga siap menerima pujian, kritikan, celaan ataupun hinaan  orang lain, kesemuanya ditanggapi dengan cara yang sabar serta selalu meneliti terhadap perbuatan diri sendiri, bilamana ternyata hal itu benar maka harus berani mengakuinya, jika kita benar tidak boleh menyakiti hati yang mencela, apabila kita salah kita harus segera meminta maaf dan harus segera memperbaiki kesalahan.

  1. Prasaja

Hidup secara sederhana atau tidak berlebih – lebihan atau tidak menonjol – nonjolkan diri …. Atau….. emmm apalagi ya persamaan katanya hehehehe…..

 

 

Semoga bermanpaat, bagi semua pembaca…………………………………. salam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s