Serat SABDA JATI PURWA MAHUGENA

Ciptaan dari Paku Buwana V 

Dilagukan dengan irama Dhandhanggula

1.
Sowaningsun kabeh putu mami
Amung nyandi kersaning Pangeran
Paring susuluh jatine
Mudhune ponang Wahyu
Lenga Tala yekti anganti
Sarampunge ing karya kadangira iku
Rakanta Sidikwiruna
Ingkang nuju ngestreni putranta kaki
Kang ana Surabaia

…………………………………………………………………………terjemahan bebas

Kedatanganku untuk semua cucuku
Hanya untuk melakukan kewajiban dari Yang Maha Kuasa
Memberi penerangan sejati
Turunnya sang “Wahyu” (ajaran luhur)
Serasa manis seperti madu yang menanti (mu)
Kejadiannya sesudah pekerjaan yang telah diselesaikan oleh saudaramu itu
Kakakmu yang “Sidikwiruna” (sangat teliti dalam melihat segala kesukaran)
Yang sebenarnya melakukan segala petunjuk-ku sebagai putraku
Yang ada di “Surabaya” (berani dalam menempuh kesukaran)

………………………………………………………………………..dibahasakan prosa

Kedatanganku untuk semua kepentingan anak turunku, yang hanya untuk menunaikan keinginan dari Sang Maha Kuasa untuk memberi penerangan yang sebenarnya

Turunnya sebuah ajaran yang sangat luhur yang bisa membahagiakan, yang diperuntukkan untuk semua keturunanku yang telah berpengalaman dalam menunaikan tugas tugasnya

Keturunanku itu bernama “yang sangat teliti dalam melihat segala kesukaran” yang sebenar – sebenarnya bisa disebut sebagai putra keturunanku, putraku itu “yang selalu berani menempuh segala kesukaran”

2.
Wruhanira kadangira mangkin
Gendrasari jejuluke uga
Sri Makutha Anom angger
Bakal nggenti keprabon
Eyangira Sri Kilisuci
Marma anggentur tapa napakke sireku
Mudhune kang Lenga Tala
Nora ana maneh kang wajib nampani
Kajaba putuningwang

…………………………………………………………………………terjemahan bebas

Ketahuilah saudaramu sekarang
“gendrasari” (yang mengerti inti dari semangat) nama lainnya
(juga kadang disebut sebagai) Sang Raja Muda, nak
Yang akan menggantikan tampuk pemerintahan
(dahulu) leluhurmu “Sri Kilisuci” (Sang Pertapa Suci yang tersucikan)
(yang) Selalu mengedepankkan pertapaan untuk mendapatkan kemuliaan yang aku enyam sekarang
Turunnya kabahagiaan laksana sebuah madu
Tidak ada lain yang berhak mendapatkannya
Kecuali keturunanku

………………………………………………………………………..dibahasakan prosa

Putra – putra keturunanku ketahuilah saudaramu itu bernama lain “yang mengerti inti dari semangat” dan dia layak juga disebut sebagai Sang Raja Muda nak….Yang kuharapkan kelak menjalankan roda pemerintahan

Ingatlah, dahulu para pendahulumu Sang Pertapa Suci yang sangat tersucikan selalu mengutamakan pertapaannya untuk mendapatkan kemuliaan yang dapat aku nikmati sekarang

Semua kenikmatan dan kemuliaan itu adalah hak dari para keturunanku, tidak ada yang berhak menikmati kenikmatan yang telah diraih para leluhur kecuali adalah para keturunannya

3.
Pan wus dadi dham-idhaman mami
Nora ana kang kuwat nampa
Wahyu Lenga Tala kiye
Kajaba dharahingsun
Ingkang padha wenang ngakoni
Pancer Dharah ping Lima iku nyatanipun
Kudu asma Sumartono
Lamun nora darbe asma iku kaki
Tuna panganggep ira

…………………………………………………………………………terjemahan bebas

Yang sudah menjadi idam – idamanku
Tidak ada yang bakalan kuat menerima
“Wahyu” kenikmatan dan kebahagian yang laksana madu
Selain darah keturunanku
Yang berhak untuk mendapatkannya
Pusat darah yang kelima itu senyatanya
Harus bernama “Sumartono” (yang sangat berhati lapang)
Akan tetapi tidak harus bernama itu
Janganlah engkau salah sangka

………………………………………………………………………..dibahasakan prosa

Yang sudah menjadi idam – idamanku, tidak ada yang bakalan mampu menerima sebuah pengetahuan sejati yang akan bisa memberikan semua kebahagian dan kemuliaan kalau bukan keturunan ku

Selain darah keturunanku, yang berhak mengakui mendapatkan pengetahuan sejati itu adalah semua yang telah memahami tentang inti sari kemurnian yang ada lima perkara itu.

Harus bernama “yang sangat berhati lapang”, akan tetapi nama orang nya bukanlah harus “Sumartono” jangan engkau semua salah sangka

4.
Tiwas ngaku nanging tanpa kardi
Awit Dharah iku tegesira
Ora mung turun, benere
kang mbudi arahipun
Arah iku dununging budi
Dadi yen ngaku Dharah nanging tanpa dunung
Sayekti tanpa guna
Nora bisa dadi tatalining urip
Wit urupe tan ana

…………………………………………………………………………terjemahan bebas

Pas nanti engkau mengaku aku tetapi tanpa bukti
Sebab darah itu sebenarnya kamu
Bukan saja yang diturunkan olehku saja
Yang selalu mencari kemana arti sebenarnya
Itulah yang disebut mencari kebenaran nurani
Jadi jikalau mengaku aku keturunanku akan tetapai tanpa kerja yang nyata
Sebenarnya tanpa guna
Tidak bisa jadi/menjadikan pegangan hidup
(ibarat) api yang tidak ada menyalanya

………………………………………………………………………..dibahasakan prosa

Janganlah engkau suka mengaku – aku tanpa bukti, sabab yang aku sebut sebagai putra – putraku atau semua keturunan ku adalah kamu semua

Bukan saja keturunan yang bersifat ragawi saja, sebenarnya yang kusebut – sebut sebagai darah keturunanku adalah semua yang selalu mencari tanpa lelah tentang sebuah kebenaran yang berasal dari hati nurani.

Jadi jikalau ada yang mengaku aku sebagai darah keturunan ku akan tetapi karya nyatanya tidak ada itu sebanarnya adalah sebuah kebohongan belaka yang tidak berguna sama sekali

Tidak akan bisa dijadikan pedoman orang yang seperti itu, sebab bagai sebuah manfaat yang sama sekali tidak bermanfaat

5.
Lamun nora murub dudu urip
Sasat barang sen-isening jagad
Nadyan barleyan wujude
Sayekti nora murub
Malah bisa amemetengi
Marang lakuning gesang kang rumangsa ngaku
Benjang yen wus kundurira
Yen arahe nora padha den ngerteni
Nora bisa sampurna

…………………………………………………………………………terjemahan bebas

Akan tetapi bukan nyala menyala buka nyala sebuah api
Seperti semua benda benda isi nya dunia
Walau seperti berlian wujudnya
Sebenarnya tidak menyala nyala
Malah bisa membuat kegelapan
Untuk semua kehidupan yang merasa mengaku aku
Kelak bila telah tiba saatnya
Kalau tidak berjodoh dengannya sangatlah sulit mengetahuainya yang mana
Tidak bisa sempurna

………………………………………………………………………..dibahasakan prosa

Sama seperti sebuah manfaat yang tidak berguna dalam kehidupan, seperti ibaratnya semua isi nya dunia, meskipun itu adalah sebuah berlian bentuknya akan tetapi sebenarnyalah tidak akan bermanfaat untuk kehidupan

Hanya akan selalu membuat keragu – raguan didalam hati yang menyebabkan akan selalu kebingungan untuk menempuh sebuah jalan kehidupan.

Untuk semua zat hidup yang selalu mengaku aku mengerti, pasti kedepannya engkau akan bisa mengerti tentang hal ini, suatu saat bila kelak telah tiba saatnya untuk mengerti, sebab bila tidak berjodoh dengan ilmu pengertian yang sejati maka akan selalu merasa kebingungan dan selalu terjebak dalam sebuah keraguan yang menjadikannya selalu merugi sendiri

6.
Sumartana, asma iku kaki
Sejatine sangkan paranira
Sumbering kodrat yektine
Wiji papadhang iku
Kang ambuka para linuwih
Ya Eyang-Eyangira tuk sumbering dunung
Yen sira klalen padhang uripira iki
Weruh lakuning Gesang

…………………………………………………………………………terjemahan bebas

“sumartana”, itulah namanya nak
Sebenarnya disanalah bermuara semuanya
Sumber dari yang sebenarnya kodrat
Benih yang sangat terang tersebut
Ya semua dari para leluhurmu itu semuanya berasal
Kalau kamu sampai melupakan (pastilah) lupa juga yang bisa membuat terang hidupmu
Mengerti kepada jalannya hidup

………………………………………………………………………..dibahasakan prosa

Untuk semua keturunanku ingatlah “yang sangat berhati lapang” itulah kata sandinya, sebenarnyalah disana semua bermula dan semuanya berasal serta semuanya pun akan kembali kesanan, sumber dari segala kejadian

Sebuah titik terang yang akan memberikan sebuah penerangan yang sebenar – benarnya, hal tersebut telah disadari, ditemukan, dipelajari dan dimengerti oleh para leluhurmu terdahulu, kalau engkau lupa dari mana pelajaran yang sejati ini ditemukan.

Mengertilah kepada semua yang berlaku pada kehidupan ini

7.
Mungguh asma manungsa sajati
Dunung marang sangkan paranira
Tegese padhang lakune
Yektine nyandhi dhawuh
Kabeh sabda paringing Gusti
Iku pan tegese darma wiradating laku
Yen tan dunung marang sabda
Jeneng cidra ngaku rumangsa manungsa sejati
Dharahing Paku Buwana

…………………………………………………………………………terjemahan bebas

Kalau nama dari manusia sejati
Bertempat di dari mana dan mau kemana kamu
Artinya (kalau kamu mengerti) menjadi terang jalan (hidupmu)
Sebenarnya hanya melalukan perintah
Semua perintah dari Yang Maha Kuasa
Yaitulah yang sebenarnya disebut perbuatan yang menyempurnakan jalan (kehidupan)
Jikalau hanya cuman bertempat di kata kata saja
Selalu berbohong merasa selalu menjadi manusia sejati
Darah keturunan Paku Buwana

………………………………………………………………………..dibahasakan prosa

Yang layak disebut sebagai manusia utama adalah manusia yang mengerti tentang dari mana dan mau akan kemana hidupmu dalam kehidupan ini, yang berarti telah menjadi terang benderang setiap apa pun yang akan engkau akan kerjakan, seperti ibaratkan selalu melakukan semua perintah dari Yang Maha Kuasa

Ya itulah yang sebenarnya disebut sebagai perbuatan yang akan membaikan/memperbaiki jalannya roda kehidupa.

Bukannya sebuah perbuatan yang suka berbicara muluk – muluk tanpa bukti, selalu berbuat kebohongan akan tetapi mengaku aku sebagai manusia sejati, konyolnya malah terlebih lebih mengaku – aku sebagai darah keturunan dari yang tak tergoyahkan oleh gemerlapnya dunia

8.
Wus tetela manungsa puniki
Gesangira sing karsaning suksma
Nora bisa urip dhewe
Uripe nyandhi dhawuh
Wit tan ana bisa pribadi
Marma jeneng ngawula karsaning Hyang Agung
Budine tansah meminta
Yen rumangsa mengku pati urip
Iku tan weruh tata

…………………………………………………………………………terjemahan bebas

Sudah terlihat manusia seperti ini
Kehidupannya hanya bergantung kepada adanya sukma
Tidak bisa hidup sendirian
Hidupnya diabdikan pada perintah
Tidak ada perintah untuk kepentingan diri pribadi
Semua hanya dipasrahkan kepada kuasa Sang Maha Agung
(jikalau) hatinya selalu hanya berisi permohonan
Dan merasa bisa memerintah mati dan hidup
Itu (adalah orang) yang tidak tau aturan

………………………………………………………………………..dibahasakan prosa

Maka sudah jelaslah yang disebut sebagai manusia yang utama adalah manusia yang melakukan segala perbuatannya kepada kesucian hati nuraninya saja, tidak akan pernah bisa menentukan semua hal tanpa disertai dengan pertimbangan dari hati nuraninya.

Ibaratnya semua perilakunya menunggu perintah dari hati nuraninya saja, sebab tidak ada kemauan pada dirinya untuk menuruti perintah dari yang lain.

Itulah sebenarnya yang disebut sebagai melakukan segala perintah dari Yang Maha Kuasa.

Jikalau oaring yang hatinya selalu terisi oleh permohonan ini dan itu setiap harinya, dan selalu memerintah perilaku hidupnya tanpa meminta pertimbangan dari hati nuraninya, maka ku sebut orang itu sebagai orang bodoh yang tidak mengerti tentang aturan.

9.
Pratandhane dunung marang Gusti
Nora teges amung bisa kandha
Kang datan ana maknane
Makna tegese awujud
Wujud mengku tekading urip
Ya prasetyaning manah ya bebudenipun
Yen tekade nunjang palang
Ora ana piyandele marang Gusti
Hilang sipating janma

…………………………………………………………………………terjemahan bebas

Pertandanya (bahwa orang tersebut) mengerti kepada Sang Pencipta
Tidak berati cuman hanya bisa berbicara
Yang tidak ada maknannya
Makna yang dimaksud adalah kenyataannya
Wujud dari memegang tekad hidup
Ya janji dalam hati, ya tingkah laku sehari hari
Jikalau tekatnya tidak teguh
Tidak ada kepercayaan kepada Sang Maha Kuasa
(maka) Hilanglah sifat manusiannya

………………………………………………………………………..dibahasakan prosa

Akan kuberitahu tanda – tanda orang yang telah mengerti tentang Ke Esa-an Sang Pencipta, dia (orang tersebut) tidak hanya pandai dalam merangkai sebuah kata – kata bijak yang menetramkan dan memberikan penerangan, akan tetapi sebenarnya penerangan yang dia ucapkan pasti akan terwujud dahulu lewat tingkang lakunya sehari – hari.

Tingkah laku sehari – hari sebagai wujud dari tingkat pengetahuannya yang mengerti dengan benar tentang arti makna dari kehidupan ini.

Maka perilaku orang tersebut selalu sama, apa yang didalam hatinya dan apa perbuatanya tidak ada yang dibuat buat, jujur dan tulus apabila berjanji

Kemudian kuberitahu kepadamu, apabila hatimu tidak teguh memegang janji sama halnya tidak mempercayai tentang adanya Sang Pencipta, maka layaklah kusebut orang yang seperti itu bukanlah manusia.

10.
Kabeh bae putuningsun sami
Kaya ngapa leganing tyasingwang
Dene wus samekta kabeh
Wawakiling Hyang Agung
Sabdaningsun mung kari siji
Samengko arep apa, apa-apa sampun,
Apa maneh yen wis apa,
Apa nora bisa apa-apa uwis,
Mesthine ora papa.

…………………………………………………………………………terjemahan bebas

Untuk semuanya cucuku tanpa terkecuali
Seperti apa puasnya hatiku
Sebab semuanya sudah aku utarakan
Sebagai wakil dari Sang Maha Kuasa
Ucapanku cuman kurang Satu
Kalau ingin berkehendak, maka semuanya sudah terlaksana
Apalagi kalau sudah mau melakukan
Pasti tidak bisa melakukan apa apa sabab semuanya sudah terjadi
Mestinya pastilah tidak terkena apa apa

………………………………………………………………………..dibahasakan prosa

Untuk semua anak cucuku tanpa terkecuali, seperti apa puasnya hatiku sebab semuanya telah aku utarankan, aku leluhurmu sebagai perwakilan dari Sang Maha Agung untuk memberikan sebuah pengetahuan kepadamu

Akhir kata, ucapku cuman kurang satu hal saja

Jikalau engkau memiliki kemauan, maka sebenarnya itu adalah awalnya

Apalagi kalau engkau sudah mencarinya, maka pasti akan tiba saatnya untuk mengerti

Sebab kesemuanya itu adalah hak untukmu, untuk semua keturunanku

11.
Teges apa, ingsun pasrah yekti
Adat waton weting paugeran
Wis atul ing pakartine
Urip pananing kalbu
Temah Aji Pramana Jati
Samesthi ora papa, iku nyatanipun
Datan mikoleh pakarya
Mung sapala mring sapanira Hyang Widdhi
Jumbuh sinapa-sapa

…………………………………………………………………………terjemahan bebas

Artinya apa?, aku serahkan kepada kedewasaanmu
(yang jelas) pokoknya mengetahui adat dan mengerti tentang semua larangan
Sudah mengerti disebabkan pengalaman yang sangat luas
Hidup hanya berbekal nurani yang luhur
Maka akan mengerti yang disebut “ilmu hati nurani yang sejati”
Pastilah tidak bakalan terkena apa apa, ya itulah yang sebenarnya
Tidak akan mendapatkan kesukaran
Hanya mengerjakan yang menjadi perintah dari Sang Maha Kuasa
Tidak akan mendapatkan masalah apa apa

………………………………………………………………………..dibahasakan prosa

Emmm, artinya apa kata kataku itu ? aku pasrakan kepada kedewasaan mu masing masing untuk mencari maknanya, pokoknya harus mengerti tentang peraturan hidup yang ada didalam hati nurani.

Pastilah kau tau apa itu yang kusebut sebagai ilmu perasaan hati yang murni, pastilah engkau tidak mengalami kesukaran, sebab itulah yang telah menjadi pengalamanku.

Tidaklah akan mendapatkan sebuah kesulitan atau pun yang menyulitkan, hanya mengerjakan yang telah engkau ketahui sebab kedekatanmu kepada Yang Maha Kuasa, maka semua masalah tidak akan pernah ada

*smoga bermanpaat…..😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s