Tablet of Toth [Penghuni Unal]

Penghuni Unal

Seringkali bermimpilah aku tentang Atlantis yang terpendam,
hilang di kurun waktu yang telah ditelan malam,
Masa demi masa Atlantis berada di keindahan,
sebuah cahaya bersinar di tengah kegelapan malam.

Perkasa dalam kekuatan, menguasai yang telah lahir di bumi,
Penguasa Bumi di hari-hari Atlantis.

Raja negara-negara, guru/penguasa pengetahuan/kebijakan,
CAHAYA di tengah-tengah SUNTAL,*
Penjaga jalan/arah,
telah tinggal di KUILnya,
GURU/PENGUASA UNAL,*
CAHAYA bumi di hari-hari Atlantis.

Guru/Penguasa, DIA, dari putaran di luar jangkauan kita,
hidup di dalam tubuh-tubuh manusia layaknya satu.
Tidak seperti yang telah lahir di bumi,
DIA dari luar jangkauan kita,
MATAHARI putaran, jauh ke depan diantara manusia.

Ketahuilah engkau, hai manusia, bahwa HORLET sang Guru/Penguasa,
tidak pernah menyatu dengan anak-anak manusia.

Jauh di waktu yang telah lalu disaat Atlantis pertama kali tumbuh sebagai kekuatan,
munculah disana seseorang dengan KUNCI PENGETAHUAN/KEBIJAKAN,
menunjukkan jalan CAHAYA kepada semua.

Ditunjukkanlah olehnya kepada semua manusia jalan keberhasilan,
arah Cahaya yang mengalir diantara manusia.
Menguasai (*dalam arti “mengalahkan”) kegelapan, menjadi panduan JIWA MANUSIA,
menuju ke atas di ketinggian yang Satu dengan cahaya.

Dibagilah Kerajaan-kerajaan, menjadi bagian-bagian olehNYA.
Sepuluh jumlahnya, dikuasai oleh anak-anak manusia.

Diatas kerajaan-kerajaan itu, dibangunNYA sebuah KUIL,
tetapi tidak dibangun oleh anak-anak manusia.

Dari ETER dipanggillah olehNYA zatNYA,
disatukan dan dibentuk dengan kekuatan YTOLAN
menjadi bentuk-bentuk yang DIA bangun dengan pikiranNYA.

Mil demi mil meliputi pulau,
ruang demi ruang tumbuh di dalam kuasaNYA.

Hitam, namun bukan hitam, tetapi gelap seperti ruang waktu,
dalam di hatinya ESSENSI CAHAYA.

Dalam sekejap KUIL tumbuh menjadi mahluk,
disatukan dan dibentuk dengan KATA sang PENGHUNI,
terpanggil dari yang tak terbentuk menjadi bentuk.

Lalu dibangunlah olehNYA, didalamnya, ruang-ruang yang megah,
dipenuhi dengan bentuk-bentuk yang dipanggil melalui ETER,
dipenuhi dengan pengetahuan/kebijakan yang dipanggil oleh pikiranNYA.

Tak terbentuk DIA didalam KUILNYA,
walaupun begitu DIA terbentuk dengan imagi manusia.
Tinggal bersama mereka namun bukanlah dari mereka,
DIA aneh dan jauh berbeda
dari anak-anak manusia.

Lalu dipilihlah olehNYA diantara orang-orang,
TIGA yang menjadi gerbangNYA.

Dipilihlah olehNYA TIGA dari yang Tertinggi
untuk menjadi penghubung-penghubung dengan Atlantis.

Mereka adalah penyebar berita yang membawa keputusanNYA,
kepada raja-raja para anak-anak manusia.

Dibawalah kepadaNYA yang lain dan diajarkanlah pengetahuan/kebijakan;
guru-guru, mereka, kepada anak-anak manusia.
Ditempatkanlah mereka olehNYA di pulau UNDAL* untuk berdiri sebagai
guru-guru CAHAYA kepada manusia.

Satu demi satu dari mereka yang terpilih,
harus diajarkan darilimasampai sepuluh.
Hanya begitu mereka dapat memiliki pengertian untuk membawa
CAHAYA kepada anak-anak manusia.

Begitulah kejadian terbentuknya Kuil, tempat tinggallah
untuk Guru/Penguasa manusia.

Aku, THOTH, yang selalu mencari pengetahuan/kebijakan,
mencari di gelap/kegelapan dan mencari di Terang/Cahaya.

Lama di masa mudaku telah aku lalui jalan,
untuk mencari pengetahuan demi pengetahuan untuk diraih.

Hingga setelah perjuangan yang lama, satu dari TIGA,
membawakan kepadaku CAHAYA.

Dia bawa kepadaku perintah-perintah sang PENGHUNI,
terpanggillah aku dari kegelapan menuju CAHAYA.
Dia bawanya aku, kepada sang PENGHUNI,
dalam di dalam KUIL kepada sang API raya.

Disanadiatas singgasana raya, aku menghadap,
sang PENGUASA, berpakaian CAHAYA
dan berkilaukan dengan api.
Kebawah aku berlutut dihadapan pengetahuan/kebijakan yang besar,
merasakan CAHAYA mengalir menembusku layaknya gelombang-gelombang.

Lalu terdengarlah olehku suara sang PENGHUNI:
“Wahai kegelapan, datanglah kepada Cahaya.”

Lama telah kucari jalan menuju CAHAYA.

Jiwa demi jiwa di bumi yang sedang tidak erat belenggu-belenggunya,
dalam waktu cepat akan terbebas dari keterikatan malam.

Melangkah dari kegelapan kau telah bangkit,
mendekati Cahaya tujuanmu.

Di sini engkau akan tinggal sebagai satu dari anak-anakku,
penjaga catatan-catatan yang terkumpul dengan pengetahuan/kebijakan.,
itu adalah kaki tangan dari CAHAYA yang berasal dari luar jangkauan.

Tersiapkan dari mereka untuk melakukan apa yang dibutuhkan,
pengawet pengetahuan/kebijakan ditengah abad-abad kegelapan.
Itu akan datang dengan cepat atas anak-anak manusia

Hiduplah kalian disini dan minum segala pengetahuan/kebijakan.

Rahasia-rahasia dan misteri-misteri kepada kalian akan terungkap.

Lalu menjawablah aku, GURU/PENGUASA PUTARAN-PUTARAN, dengan berkata:
“Wahai Cahaya, yang turun kepada manusia,
berikanlah kepadaku pengetahuan/kebijakanmu maka
aku bisa menjadi guru manusia.
Berikanlah CAHAYAmu yang bisa membebaskan aku.”

Lalu dikatakanlah lagi kepadaku, sang GURU/PENGUASA:
“Melalui abad demi abad kau akan hidup
pengetahuan/kebijakanmu, Aduhai, kala diatas Atlantis ombak lautan menggulung,
menahan Cahaya, namun tersembunyi di kegelapan,
siap untuk datang jika engkau akan pernah memanggil.

Pergilah engkau sekarang dan belajarlah pengetahuan/kebijakan yang lebih besar.
Tumbuhlah engkau melalui CAHAYA menuju Ketidakterbatasan SEGALANYA.”

Lama telah tinggal diriku didalam Kuil sang PENGHUNI sampai akhirnya aku SATU dengan CAHAYA.
Maka kuikutilah jalan menuju dataran-dataran bintang, maka kuikutilah jalan menuju CAHAYA.
Dalam menuju jantung Bumi aku ikuti jalan itu, mempelajari rahasia-rahasia, bawah layaknya atas;
mempelajari jalan menuju BALAI-BALAI AMENTI;* mempelajari HUKUM yang membuat dunia ini seimbang.

Ke ruang-ruang tersembunyi bumi aku tertindik oleh pengetahuanku/kebijakanku, dalam menembus kerak bumi, menuju jalan, tersembunyi berabad-abad dari anak-anak manusia.

Dibukalah dihadapanku, pengetahuan/kebijakan yang lebih sampai aku meraih sebuah pengetahuan baru: menemukan bahwa segalanya adalah bagian dari sebuah SEGALANYA, besar namun lebih besar dari segala yang kita tahu.

Telah kucari Ketidakterbatasan hati menembus segala kurun waktu.
Dalam walaupun begitu lebih dalam, misteri-misteri kutemukan lagi.

Sekarang, saat aku melihat kebelakang menembus kurun-kurun waktu, ku ketahuilah bahwa pengetahuan/kebijakan tidaklah terbendung, bertumbuh lebih besar melalui kurun-kurun waktu,
Satu dengan Ketidakterbatasan melebihi segalanya.

Cahaya ada di Atlantis yang kuno.
Namun, kegelapan, juga, tersembunyi di dalam segalanya.

Jatuh dari Terang kedalam kegelapan,
beberapa yang telah bangkit di ketinggian antara manusia.

Menjadi banggalah mereka karena pengetahuan/kebijakan mereka,
mereka bangga atas tempat mereka diantara manusia.
Dalam mereka menggali menuju yang terlarang,
membuka gerbang yang membawa ke bawah.

Mereka mencari untuk mendapatkan pengetahuan/kebijakan yang lebih tetapi
mencari untuk dibangkitkan dari bawah.

Dia yang turun ke bawah harus memiliki keseimbangan,
kalau tidak dia terikat atas kekurangan atas Cahaya kami.

Lalu mereka, terbuka,
oleh pengetahuan/kebijakan mereka,
jalan terlarang untuk manusia.

Tetapi, di dalam Kuil Nya, maha melihat, sang PENGHUNI,
bersandar di AGWANTI*nya, ketika melalui Atlantis,
JiwaNya melanglang bebas.

Dilihatlah olehNYA rakyat Atlantis, dengan sihir mereka,
membuka gerbang yang akan membawa kepada Bumi sebuah duka yang sangat besar.

Lalu dengan cepat jiwaNya kabur, kembali ke tubuhNya.
Keatas DIA bangkit dari AGWANTINya.
Dipanggillah olehNYA Tiga penyampai berita yang kuat.
Memberi perintah yang meluluhlantakkan dunia.
Dalam di bawah kerak Bumi menuju RUANG-RUANG AMENTI*,
sang PENGHUNI turun dengan cepat.

Lalu dipanggillah olehNYA atas kekuatan-kekuatan para Tujuh Penguasa ayunkan;
merubah keseimbangan Bumi.

Kebawah tenggelam Atlantis di bawah ombak-ombak suram.
Menghempas gerbang yang telah terbuka;
menghempas pintu yang mengantar kebawah.
Seluruh pulau-pulau telah terhempas kecuali UNAL,
dan sebagian pulau milik anak-anak sang PENGHUNI.

DIA menangguhkan mereka untuk menjadi guru-guru,
Cahaya-Cahaya di jalan untuk mereka yang datang selanjutnya,
Cahaya-Cahaya untuk anak-anak manusia.

Dipanggillah olehNYA, aku THOTH, di hadapannya,
memberiku perintah-perintah untuk segala yang seharusnya aku lakukan, mengatakan:
“Ambillah engkau, hai THOTH, segala pengetahuanmu/kebijakanmu

Bawalah segala catatan-catatanmu, bawalah semua keajaibanmu
Pergilah engkau ke depan sebagai seorang guru manusia.
Pergilah engkau ke depan sebagai penjaga catatan-catatan,
sampai di waktu CAHAYA tumbuh di antara amnusia.
CAHAYA engkau semua menjadi dari abad ke abad,
tersembunyi namun ditemukan oleh manusia yang mendapat penerangan.
Di atas seluruh Bumi, kepadamu KAMI berikan kekuatan,
bebas untukmu memberi atau mengambilnya.

Kau kumpulkanlah sekarang anak-anak Atlantis.
Bawalah mereka dan larikanlah ke orang-orang dari gua-gua batu.
Terbang ke tanah Anak-anak KHEM.*”

Lalu dikumpulkanlah olehku anak-anak Atlantis.
Kedalam kapal ruang angkasa ku bawa semua catatan-catatanku,
membawa catatan-catatan Atlantis yang terpendam.
Kukumpulkan semua kekuatan-kekuatanku,
alat-alat berlimpah dari keajaiban yang kuat.

Keatas lalu kami terangkat di atas sayap-sayap pagi.
Tinggi kami terangkat diatas Kuil,
meninggalkan I belakang para Tiga dan sang PENGHUNI,
dalam di BALAI-BALAI di bawah Kuil,
menutup jalan untuk menuju PENGUASA PUTARAN-PUTARAN.

Walaupun begitu untuk dia yang mengetahui,
akan terbukalah jalan untuk menuju AMENTI.
Dengan cepat kami melarikan diri di atas sayap-sayap pagi,
kabur ke tanah anak-anak KHEM.
Disana dengan kekuatanku,
aku menaklukkan dan menguasai mereka.

Diterbitlah olehku menuju CAHAYA,
anak-anak KHEM.
Dalam di bawah bebatuan,
aku kuburkan kapal ruang angkasaku,
menunggu waktu disaat manusia bisa bebas.

Diatas kapal ruang angkasa,
aku dirikan tanda dalam bentuk
singa namun seperti manusia
Disana di bawah imagi itu teristirahatkan kapal ruang angkasaku.
Untuk dibangkitkan saat kebutuhan timbul.

Ketahuilah engkau, hai manusia, bahwa jauh di masa depan,
para penjajah akan keluar dari kedalaman.
Lalu bangunlah, kalian yang memiliki pengetahuan/kebijakan
Munculkanlah kapalku dan taklukkanlah dengan mudah.
Dalam di bawah imagi itu terlentang rahasia-rahasiaku.
Cari dan temukanlah piramid yang aku bangun.

Satu dari yang lain adalah Kunci mutlak;
setiap gerbang yang mengarah ke KEHIDUPAN.
Ikutilah KUNCI yang telah aku tinggalkan di belakangku.
Cari dan daun pintu menuju KEHIDUPAN akan menjadi milik engkau.
Carilah engkau di dalam piramid,
dalam di lorong yang berakhir di dinding.

Gunakanlah engkau KUNCI dari TUJUH,
dan bukalah maka kepadamu jalan akan turun.
Sekarang kepada engkau telah kuberi pengetahuan/kebijakan.
Sekarang kepada engkau telah kuberi arahku.

Ikutilah jalan.
Pecahkanlah engkau rahasia-rahasiaku.
Kepada engkau aku tunjukkan jalannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s