Tablet of Toth [Yang Lahir di Ruang Angkasa]

Yang Lahir di Ruang Angkasa

Dengarkan kalian, Oh manusia, suara wisdom*1
dengarkan suara THOTH, orang Atlantis.

Dengan cuma-cuma aku memberikanmu wisdom*1ku,
yang telah diperoleh dari waktu dan ruang cycle*2 ini;
guru misteri-misteri, MATAHARI pagi,
hidup selamanya, seorang anak dari CAHAYA,
bersinar dengan terang, bintang pagi,

THOTH sang guru manusia, guru SEGALANYA.
Di waktu tyang lampau, aku di masa kecilku,
terlentang di bawah bintang-bintang di ATLANTIS yang telah lama terkubur,
memimpikan misteri-misteri jauh di atas manusia.

Lalu di hatiku tumbuhlah sebuah keinginan untuk
menguasai jalan yang menujukanku ke bintang-bintang.
Tahun demi tahun, aku telah mengejar-ngejar wisdom*1,
mencari pengetahuan baru, mengikuti jalan,
sampai akhirnya JIWAku, di usaha yang besar,
memutuskan dari keterikatannya dan lepas batas.

Bebaslah aku dari keterikatan manusia bumi.
Bebas dari tubuh, aku melesat diantara malam.
Akhirnya tidak terkuncilah bagiku ruang bintang.
Telah bebas aku dari keterikatan malam.
Sekarang sampai akhir ruang angkasa aku mencari wisdom*1,
jauh diluar pengetahuan manusia terbatas.

Jauh di ruang angkasa, JIWAku bertualang dengan bebas
menuju ketidak terbatasan lingkaran cahaya.
Aneh, di luar pengetahuan, adalah beberapa dari planet-planet,
besar dan raksasa, di luar mimpi manusia.

Walaupun begitu kutemukan HUKUM, dengan keindahannya, bekerja
menembus dan diantaranya seperti disini di antara manusia.

Melesat kedepan jiwaku menembus keindahan ketidak terbatasan,
jauh menembus ruang angkasa
Aku terbang dengan pikiran-pikiranku.

Beristirahat aku disana di planet keindahan.
Tarikan harmoni mengisi seluruh udara.

Adabentuk-bentuk, bergerak dengan Teratur,
besar dan maha besar seperti bintang-bintang di malam hari;
naik di atas harmoni, mengatur keselarasan,
simbol-simbol Kosmik, seperti menuju Hukum.

Banyak bintang yang telah aku lewati di perjalananku,
banyak ras-ras manusia di dunia-dunia mereka;
beberapa menggapai tinggi layaknya bintang-bintang pagi,
beberapa jatuh kebawah di kehitaman malam.

Satu demi satu dan semua dengan payah menuju ke atas,
menggapai ketinggian dan mengalir di dalam kedalaman,
bergerak dari waktu ke waktu di alam terang,
hidup di kegelapan, mendapatkan Sinar.

Ketahuilah, Oh manusia, jika Cahaya adalah warisanmu.
Ketahuilah bahwa kegelapan hanyalah sebuah selubung.
Terkunci di hatimu adalah terang yang abadi,
menunggu saat kebebasan untuk menguasai,
menunggu untuk merobek selubung malam.

Beberapa kutemukan yang telah menguasai ether.
Telah bebas dari ruang mereka biarpun begitu mereka adalah manusia.
Menggunakan daya yang adalah pondasi SEGALANYA,
jauh di ruang angkasa mereka membangun sebuah planet,
ditarik oleh daya yang mengalir di SEGALANYA;
memadat, menyatukan ether menjadi bentuk,
yang tumbuh semau keinginan mereka*3

Meninggalkan sains, mereka, semua ras-ras,
kuat di wisdom*1, anak-anak bintang-bintang.
Lama aku berhenti, memerhatikan wisdom*1 mereka.
Melihat mereka mendirikan dari ether kota-kota
raksasa dari mawar dan emas.
Terbentuk dari elemen yang prima,
dasar dari segala materi, ether terlenting jauh.

Jauh di masa silam, mereka telah menguasai ether,
membebaskan mereka dari keterikatan pengerjaan;
dibentuk suatu gambar di pikiran mereka dan dengan sekejap
terbuat, dan tumbuh.

Lalu, jiwaku melesat, menuju Kosmos,
melihat, hal-hal baru dan tua;
memahami bahwa manusia ialah benar-benar terlahir di ruang angkasa,
sebuah Matahari dari Matahari,
anak bintang-bintang.

Ketahuilah, Oh manusia, di apapun kau tinggal,
pastilah itu adalah satu bersama bintang-bintang.

Tubuh mereka tak lebih hanyalah planet-planet yang berputar di poros
di sekitar matahari pusat mereka.

Di saat kau telah menguasai cahaya segala wisdom*1,
kau akan bebas untuk bersinar di ether —
satu dari Matahari-Matahari yang menyinari kegelapan luar —
seorang dari yang terlahir di ruang angkasa tumbuh menjadi Cahaya.

Sama seperti bintang-bintang kehilangan benderangnya,
cahaya lewat dari mereka ke suatu sumber yang lebih besar,
jadi Oh manusia, jiwa lewat kedepan,
meninggalkan dibelakangnya kegelapan malam.

Terbentuklah kalian, dari ether prima,
di isi oleh benderang yang
mengalir dari sumber,
terikat dari ether yang meleleh dan menyatu disekitarnya,
walaupun begitu tetap membakar sampai akhirnya dia bebas.

Angkatlah apimu dari kegelapan,
terbang dari malam dan jadilah kau bebas.

Telah bertualang aku menembus ruang dan waktu,
setelah mengetahui jiwaku akhirnya telah bebas,
setelah mengetahui bahwa sekarang aku bisa mengejar wisdom*1,
ekstensi di luar apa-apa yang kita ketahui.

Sekarang, Oh manusia, di saat aku mempunyai pengetahuan ini,
dengan gembira jiwaku tumbuh,
karena sekarang aku telah bebas.
Dengarkan, kalian yang terlahir di ruang angkasa,
dengarkan wisdom*1ku:
kau tidak tahu bahwa engkau, juga, akan bebas.

Dengarkan lagi kalian, Oh manusia, wisdom*1ku,
dengan mendengar, kau juga, bisa hidup dan terbebas.
Bukanlah dari bumi kalian — earthy*4,
tetapi anak dari Cahaya Kosmik yang Tak Terbatas.

Tidaklah kau tahu, Oh manusia, warisanmu?
Tidaklah kau tahu bahwa kau sebenarnya Cahaya?
Anak dari Matahari yang Besar, saat kau memiliki wisdom*1,
kau akan rasakan tali persaudaraanmu dengan Cahaya.

Sekarang, untukmulah, aku berikan pengetahuan,
kebebasan untuk berjalan di jalan yang telah kujalani,
memperlihatkan kepadamu bagaimana dengan usahaku,
aku jalan jalan yang mengarah ke bintang-bintang.

Dengarkanlah kalian, Oh manusia, dan ketahuilah keterikatanmu,
ketahuilah bagaimana caranya untuk membebaskanmu dari pengerjaan.
Di luar kegelapan kau sebaiknya terbit ke atas,
satu dengan Cahaya dan satu dengan bintang-bintang.

Kalian ikutilah jalan wisdom*1.
Hanya dengan ini kalian bisa terbit dari lapisan bawah.
Takdir manusia pun mengarahkannya ke atas
menuju Curves of Infinity’s ALL*5.

Ketahuilah, Oh manusia, bahwa semua ruang adalah teratur.
Hanya dengan Keteraturan engkau Satu dengan SEGALANYA.
Keteraturan dan keseimbangan adalah Hukum Kosmos.
Ikuti dan kalian akan menjadi Satu dengan SEGALANYA.

Dia yang mengikuti jalan wisdom*1,
terbuka harus kepada bunga kehidupan,
mngekstensikan kesadarannya keluar kegelapan,
mengalir menembus waktu dan ruang di SEGALANYA.

Di dalam kesunyian,
pertama kau harus mendiamkan diri*6 sampai akhirnya kau
bebas dari keinginan*7
bebas dari kemauan untuk bicara di kesunyian.

Terkuasai oleh kesunyian, keterikatan kata-kata.
Menahan*8 diri dari makan sampai kita telah menguasai
keinginan*7 akan makanan, itu adalah keterikatan jiwa.

Lalu berbaringlah*9 di kegelapan.
Tutup matamu dari sinar-sinar Cahaya.
Pusatkan daya jiwa kalian di tempat kesadaran kalian,
menegangkan*9 sampai bebas dari ikatan-ikatan malam.

Tempatkanlah di tempat pikiran kalian gambar yang kalian inginkan.
Letakkanlah gambar yang kalian inginkan untuk melihat.
Getarkanlah kedepan dan kebelakang dengan kekuatan kalian.
Melepaskan jiwa keluar dari malamnya.
Dengan kasar kau harus menggetarkan dengan segala kekuatanmu
sampai akhirnya jiwa kalian menjadi bebas.*11

Kuasa di luar kata-katalah api Kosmik,
tergantung di dataran-dataran, tidak diketahui manusia;
kuat dan seimbang, bergerak dengan Teratur,
Musik dari keharmonian, jauh di atas manusia.

Berbicara dengan musik, menyanyi dengan warna,
api dari awal Ketidak Terbatasannya Segala Hal.
Percikan-Percikan api keterampilan mereka, Oh anak-anakku,
membakar dengan warna dan hidup dengan musik.
Dengarkanlah suara dan kalian akan menjadi bebas.*12

Kesadaran bebas adalah menyatu dengan Kosmik,
Satu dengan Keteraturan dan Low of the ALL.*13
manusia kau tidak tahu, bahwa di luar kegelapan,
Cahaya akan membakar, sebuah simbol dari SEGALANYA.

Berdoalah kalian dengan doa ini untuk mencapai dan wisdom*1.
Berdoalah untuk kedatangan Cahaya untuk SEGALANYA.

Roh Kuasa CAHAYA yang bersinar dari
Kosmos, tariklah apiku lebih dekat ke harmoni bersamamu.
Angkatlah apiku keluar dari kegelapan,
magnet api yang Satu dengan SEGALANYA.
Angkatlah jiwaku, engkau yang kuasa dan kuat.
Anak Cahaya, janganlah kau meninggalkan.
Tariklah aku ke kekuatan untuk meleleh di pembakarmu.
Satu dengan apa-apa yang ada dan apa-apa yang ada
jadi Satu, api dari penarik kehidupan dan
Satu dengan Otak.*14

Di saat kau telah bebaskan jiwamu dari keterikatannya,
ketahuilah bahwa kegelapan bagimu telah hilang.
Walaupun melalui ruang angkasa kau bisa mencari wisdom*1,
janganlah terikat oleh belenggu-belenggu yang di forged*15 di daging.

Keatas dan ke arah atas menuju pagi, kilat bebas,
Oh Jiwa, menuju alam Cahaya. Gerakkanlah mereka dengan Keteraturan,
gerakkanlah mereka dengan Harmoni, dengan bebas kau harus bergerak
dengan Anak-anak Cahaya.

Carilah dan ketahuilah kalian, KUNCI Wisdom ku.
Dengan begitu, Oh manusia, kau pasti akan bebas.

===
*1 Pengetahuan ato/dan Kebijakan
*2 Cari di kamus terus kasi tau sy ap bhs Indonesia-nya yaaa, sy nggak punya kamus
*3 Mereka=Manusia
*4 bersifat tanah/seperti tanah/bau tanah/berdebu dsb
*5 Lengkungan-Lengkungan Ketidak Terbatasannya SEGALANYA
*6 Kalau saya bilang tepatnya “mematikan diri”
*7 Kalau saya bilang tepatnya “nafsu”
*8 Bisa juga “menghindari”
*9 Akhirnya ingat apa bhs Indonesianya “ndelosor”
*10 Bisa juga “menggetarkan”
*11 Nahyooooo..
*12 Intermezzo dikit.. Saya kebetulan 2hari yg lalu pas ngorek2 buku di toko buku, sempat baca bbrp halaman suatu buku yg
menceritakan pengalaman seorang penjelajah inggris yg waktu di Jawa ketemu seorang anak kecil yg bisa melihat warna yg terkandung di suara-suara dsb dsb.
Trus kemarin pas ngorek2 artikel2 d internet, nemu artikel ttg para ilmuwan yg menyatakan bahwa sel-sel kita mengeluarkan cahaya yg sangat lemah. Ini
mungkin ad hub nya dgn Aura… dsb. dsb. Trus barusan tadi ngeliat dokumentari ttg mahluk2 yg hidup d dasar laut yg tak terjamah oleh sinar matahari, kebanyakan
ikan-ikan disanamenyala semua. kayak lampu diskotik gitu.. dsb. dsb Truskansetiap mahluk mengeluarkan suara, dari lumba-lumba sampai ke planet bumi,
mungkin itu yg di maksud musik.. dsb.. dsb.. Pas dgn tulisan2 Thoth deh ah weekekekek.. lanjuuuutttt…
*13 Ini rasanya penerjemah salah tulis “Law” di ketik “Low” jadi artinya ya seperti yg sebelumnya Hukum SEGALANYA.
* 14 Nahyoooo lagiiii
*15 proses penyatuan/pembuatan besi apa ya bhs Indonesianya ?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s