Jivatma

Om Swastiastu,

Jivatma (hidup dan kehidupan/nyawa)

ityam prakalpite dehe jivo vasati sarvvagah
anadi vasanamala ‘lamkrtah karmasam kalah

Di dalam badan digambarkan bahwa, di sana bersemayam sang jiva, yang meresapi segalanya, yang berhiaskan dengan untaian bunga keinginan tanpa akhir dan terbelenggu (pada badan) oleh karma.

nanaviva gunopetah sarva vyapara karakah,
purvar jitani karmani bhunakti vividhani ca

Jiva yang memiliki banyak sifat dan pelaku dari segala peristiwa, menikmati buah bermacam-macam karma yang menumpuk di masa kehidupan masa lalu

yadyat samdrsyate loke sarvam tat karma sambhavah,
sarva karmanu sarena jantur bhogan bhunakti vai

Apapun yang terlihat di antara manusia (apakah kesenangan atau kesedihan) berasal dari karma. Semua ciptaan (makhluk) senang atau menderita sesuai dengan hasil kegiatannya.

ye ye kamadayo dosah sukha duhkha pradayakah,
te te sarve pravartante jiva karmanu saratah

Keinginan dsb. yang menyebabkan kesenangan atau kesedihan, bertindak sesuai dengan karma sang jiva terdahulu

punyoparakta caitanye pranan prinati kevalam,
bahye punyam ayam prapya bhojya vastu svayam bhavet

Jiva yang telah menimbun kelebihan perbuatan baik dan kebajikan memperoleh kehidupan bahagia dan di dunia ini ia memperoleh hal-hal menyenangkan dan baik untuk dinikmati tanpa kesulitan

tatah karma balat pumsah sukham va duhkham eva ca,
papo parakta caitanyam naiva tisthati niscitam
na tad bhinno bhavetso ‘pi tad bhinno na tu kincana
mayo pahita caitanya sarvam vastu prajayate

Dalam perimbangan terhadap kekuatan karma-nya, manusia menderita kesengsaraan atau menikmati kesenangan. Jiva yang telah menimbun kelebihan kejahatan, tak pernah tenang dalam damai – yang tak terpisah dari karma-nya; selain karma, tak ada sesuatu yang lain di dunia ini. Dari kecerdasan yang diselubungi maya, segala sesuatunya dikembangkan.

yatha kalepi bhogaya jantunam vividhod bhavah,
yatha dosavasac chuktau rajataropanam bhavet
tatha svakarma dosadvai brahmanyaropyate jagat

Karena dalam suasananya yang tepat, bermacam-macam ciptaan lahir untuk menikmati akibat dari karma mereka; seperti anggapan salah tentang sebuah kerang mutiara sebagai perak, demikian pula melalui cacat dari karma-nya, maka seorang manusia mengelirukan Brahman sebagai materi alam semesta.

sa vasanam ramotpannon pulanati samarthanam,
utpannan ced idrsamsyajyanam moksa prasadhanam.

Dari keinginan, segala khayalan ini muncul; mereka dapat dibinasakan dengan susah payah; bila pengetahuan pemberi keselamatan tentang ketidaknyataan dunia ini muncul, maka keinginan dapat dihancurkan.

saksad vaisesa drstistu saksatkarini vibhrame,
karanam nanyatha yuktya satyam satyam mayoditam

Terasyikan dalam dunia perwujudan (obyektif), khayalan muncul tentang itu bahwa yang mewujudkan itu adalah subyek. Tak ada penyebab lain dari khayalan tersebut. Sesungguhnya, Aku mengatakan kebenaran padamu.

saksatkari bhrame saksat saksat karini nasayet
so hi nastiti samsare bhramo na iva nivartate

Khayalan tentang perwujudan (dunia obyektif) ini akan terhancurkan bila si pembuat perwujudan itu menjadi nyata. Khayalan ini tak akan lenyap selama orang-orang masih berpikir bahwa “Brahman tidak ada”

mithya jnanami vrttistu visesa darsanad bhavet,
anyatha na nivrttih syad drsyate rajata bhramah

Dengan memandang secara lebih dekat dan mendalam ke dalam permasalahannya maka pengetahuan palsu tersebut akan lenyap. Ia tak dapat dilepaskan dengan cara lain, bila khayalan tentang perak masih tetap ada.

yavannot padyate jnanam saksatkare niranjane,
tavat sarvani bhutani drsyante vividhani ca

Selama pengetahuan tidak muncul tentang si pewujud alam semesta yang tak bernoda, selama itu benda-benda tampaknya terpisah dan banyak

yada karmarjitam deham nirvane sadhanam bhavet,
tada sarira vahanam saphalam syanna canyatha

Bila badan yang diperoleh melalui karma ini dibuat demi untuk pencapaian nirvana (kebahagiaan ilahi); maka hanya pemikulan beban badan sajalah yang akan menjadi penuh keberhasilan – bukan yang lainnya.

yadrsi vasana mula varttate jiva samgini,
tadrsam vahate jantuh krtya krtyavidhau bhraman

Dari sifat apapun keinginan asal (vasana) yang lengket dan menemani sang jiva (melalui bermacam-maam penjelmaan); demikian pula khayalan yang ia derita, sesuai dengan perbuatan dan kesalahannya.

samsara sagaram tarttum yadicched yoga sadhakah,
krtva varnasramam karma phala varjam tadacaret

Bila para pelaksana yoga berkehendak untuk menyeberangi lautan duniawi, ia harus melaksanakan seluruh kewajiban asrama-nya (tingkat kehidupan) dengan melepaskan segala hasil kegiatannya.

visaya sakta purusa visayesu sukhepsavah,
vacabhir uddha nirvana vartante papa karmani

Orang-orang yang terikat pada obyek sensual dan menginginkan kesenangan sensual beralih dari jalan nirvana, melalui khayalan tentang obrolan dan jatuh ke dalam perbuatan yang penuh dosa

atmanam atmana pasyanna kincid iha pasyati
tada karma pari tyage na dosa ’sti matam mama

Bila seseorang tidak melihat sesuatu yang lainnya di sini, setelah melihat sang Diri dengan dirinya; maka tak ada dosa (baginya, bila ia) melepaskan segala kegiatan upacara. Inilah pendapat-Ku

kamadayo viliyante jnanad eva na canyatha
abhave sarva tattvanam svayam tattvam prakasate

Segala keinginan dan yang lainnya diserap hanya melalui pengetahuan kerohanian (jnana) dan bukan dengan cara lainnya. Bila semua tattva (prinsip) minor lenyap maka tattva-Ku menjadi berwujud.

Om Santi, Santi, Santi

=================================
sumber : http://www.indoforum.org/t36337/

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s